|
Mahardika Jambi.
Berakhirnya tahta di
pinggiran jalan bagaikan memakan tebu, semua kebaikan ditilep di
cari titik lemah dan kesalahan. Kenapa ini tidak di uraikan di
awal perjalanan ketika menyandang kekuasaan. Apakah ini yang
namanya mikul duhur emndam jerho. Tepoh selirho sebagai orang
timur.
Kita mempunyai
tatakrama yang santun penuh toleransi dan kreatifan untuk
menyampaikan sesuatu dengan penuh kebebasan dalam aturan.
Satu hari pelantikan
H. Nalim dan H. Hasan Basri Harun sebagai, Bupati dan Wakil
Bupati Kabupaten Merangin untuk masa bakti 2008 – 2013 serta
turunnya H. Rotani Yutaka SH dari tampuk pimpinan di Kabupaten
Marangin semua atribut dan embel embel yang berbau nama Rotani
Yutaka di Kabupaten Merangin diturunkan, siapa yang menrunkan
baleho dan atribut Rotani tersebut hingga kini belum diketahui
secara pasti. Apakah dari orang dinas atau sekelompok kelompok
tertentu apakah mungkin ada orang yang kurang senang dengan H.
Rotani Yutaka SH sehingga semua baleho dan papan merk yang
berbau Rotani diturunkan.
Ketika Rotani
menjabat selama 10 tahun katakanlah dua periode memimpin
Kabupaten Merangin sepanduk papan merk Baleho semua bebas di
pasang dimana mana dalam wilayah Merangin. Setelah gelar bupati
di ganti jadi Mantan bupati, dengan seketika semua atribut yang
berbau Rotani diturunkan memang di akhir masa jabatan Rotani
sangat banyak atribut bergambar Rotani yang kebetulan menjabat
ketua partai peserta Pemilu untuk tahun 2009 apakah ini moment
yang tepat bagi rotani untuk memulai star bersosialisasi dalam
pemilihan umum tahun 2009.
Apakah ini saat yang
tepat bagi lawan politik Rotani Yutaka untuk menjatuhkan
menjegal dari awal menghadapi pesta Demokrasi bahkan ada dua
tulisan nama jembatan yang melintasi jalan lintas Sumatera
tersebut itupun turut di copot.’sepertinya ada orang yang
kurang senang dengan Rotani ‘kata penjaja Tekwan makanan khas
Palembang bergumam seiring dengan raibnya baleho dan atribut
atribut Rotani Yutaka di Bumi Tali.
Ratusan orang
berdemontrasi memprotes buku legenda Teluk Wang Sakti dalam
dialek batin yang disusun mantan bupati Rotani Yutaka SH buku
Rotani yutaka menuai Petaka warga Desa Kungkai keberatan buku
yang diterbitkan kantor Pariwisata seni dan budaya Kabupaten
Merangin ini karena pada halaman 13 dan 14. tertulis bahwa nenek
moyang warga Kungkai berasal dari Hantu Rimba.
Rombongan unjukrasa
yang menamakan Aliansi bersama masyarakat Kungkai mereka
mendatangi kantor Kajari Bangko sekitar pukul 10.15 WIB Abu
Hasan, warga Kungkai mengatakan mereka merasa dilecehkan dengan
tulisan tersebut ‘kehadiran kami disini menuntut Rotani dan
juga Hendri Maidalef selaku kepala kantor Parawisata seni dan
budaya Merangin serta ketua lembaga adat Kabupaten Merangin’
tegas Abu Hasan ada sembilan tuntutan yang mereka ajukan
diantaranya. Menarik kembali buku Legenda Teluk Wang Sakti (LTWS)
dalam dialek batin dari peredaran. Rotani Hendri dan ketua
lembaga Adat harus di tangkap di adili dan di proses. Secara
hukum dan meminta ma’af secara tertulis di media masa local
dan Nasional. Pembayaran hutang secara adat, cabut gelar Datuk
Malingkung alam yang telah diberikan pada H Rotani Yutaka. Ganti
rugi meteri dan imteril Rp. 20 miliar.
Kajari harus mengusut
tuntas asal dana penerbitan buku karena diduga ada indikasi
penyalagunaan dana pada penerbitan buku ini.
Setelah ber orasi
kurang lebih satu jam warga dengan beberapa orang sebagai utusan
di terima kajari Bangko Syafrudi Djamin.SH. dari hasil pertemuan
kajari berjanji akan menyikapi kasus ini akan mencari tahu asal
dana penerbitan buku itu yang bisa kita lakukan’ ujar mantan
TU Kajati Banten
Mantan Bupati dua
periode H. Rotani belum dapat dihubungi namun Kakan Pariwisata
Seni dan Budaya Merangin mengatakan buku belum sempat
disebarluaskan ‘buku tersebut baru terbatas wacana itu di
tolak masyarakat Kungkai saya haturkan ma’af kepada semua
pihak’ ujar Maidalef. Soal dana penerbitan buku itu tak
seberapa kata Hendri Maidalef diambil dari dana pelaksana Arung
Jeram Merangin beberapa waktu yang lalu dana tidak seberapa
paling banter Rp. 1 juta tegasnya disini perlu pembenaran
membenarkan kebenaran memang nyaris Yutaka membawa petaka. Kata
penjaja Tekwan makanan khas Palembang.
Alwi BBA
|