Majalah     Independent

.

    MENYUARAKAN   KEBENARAN  DAN  FAKTA     

         Publisher : Yayasan gema Mahardika Persada

Published Every month Advertising Hotline Ph. :62-22-2507708- Fax : 2507708-PO Box 1526 BDG
Notaris: Dr.Wiratni Ahmadi, SH 22 Juli 1998 No 43-Pengadilan Negeri Bandung -27 Juli 1998 No 151- SIUPP No.417/SK/MENPEN/1998
BRI-No.Rek.0991-01-000294-50-1 NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) : 09.352.274.6-423.000

 

Jnyaris yutaka membawa petaka

Mahardika Jambi.

Berakhirnya tahta di pinggiran jalan bagaikan memakan tebu, semua kebaikan ditilep di cari titik lemah dan kesalahan. Kenapa ini tidak di uraikan di awal perjalanan ketika menyandang kekuasaan. Apakah ini yang namanya mikul duhur emndam jerho. Tepoh selirho sebagai orang timur.

 

Kita mempunyai tatakrama yang santun penuh toleransi dan kreatifan untuk menyampaikan sesuatu dengan penuh kebebasan dalam aturan.

Satu hari pelantikan H. Nalim dan H. Hasan Basri Harun sebagai, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Merangin untuk masa bakti 2008 – 2013 serta turunnya H. Rotani Yutaka SH dari tampuk pimpinan di Kabupaten Marangin semua atribut dan embel embel yang berbau nama Rotani Yutaka di Kabupaten Merangin diturunkan, siapa yang menrunkan baleho dan atribut Rotani tersebut hingga kini belum diketahui secara pasti. Apakah dari orang dinas atau sekelompok kelompok tertentu apakah mungkin ada orang yang kurang senang dengan H. Rotani Yutaka SH sehingga semua baleho dan papan merk yang berbau Rotani diturunkan.

 

Ketika Rotani menjabat selama 10 tahun katakanlah dua periode memimpin Kabupaten Merangin sepanduk papan merk Baleho semua bebas di pasang dimana mana dalam wilayah Merangin. Setelah gelar bupati di ganti jadi Mantan bupati, dengan seketika semua atribut yang berbau Rotani diturunkan memang di akhir masa jabatan Rotani sangat banyak atribut bergambar Rotani yang kebetulan menjabat ketua partai peserta Pemilu untuk tahun 2009 apakah ini moment yang tepat bagi rotani untuk memulai star bersosialisasi dalam pemilihan umum tahun 2009.

Apakah ini saat yang tepat bagi lawan politik Rotani Yutaka untuk menjatuhkan menjegal dari awal menghadapi pesta Demokrasi bahkan ada dua tulisan nama jembatan yang melintasi jalan lintas Sumatera tersebut itupun turut di copot.’sepertinya ada orang yang kurang senang dengan Rotani ‘kata penjaja Tekwan makanan khas Palembang bergumam seiring dengan raibnya baleho dan atribut atribut Rotani Yutaka di Bumi Tali.

Ratusan orang berdemontrasi memprotes buku legenda Teluk Wang Sakti dalam dialek batin yang disusun mantan bupati Rotani Yutaka SH buku Rotani yutaka menuai Petaka warga Desa Kungkai keberatan buku yang diterbitkan kantor Pariwisata seni dan budaya Kabupaten Merangin ini karena pada halaman 13 dan 14. tertulis bahwa nenek moyang warga Kungkai berasal dari Hantu Rimba.

Rombongan unjukrasa yang menamakan Aliansi bersama masyarakat Kungkai mereka mendatangi kantor Kajari Bangko sekitar pukul 10.15 WIB Abu Hasan, warga Kungkai mengatakan mereka merasa dilecehkan dengan tulisan tersebut ‘kehadiran kami disini menuntut Rotani dan juga Hendri Maidalef selaku kepala kantor Parawisata seni dan budaya Merangin serta ketua lembaga adat Kabupaten Merangin’ tegas Abu Hasan ada sembilan tuntutan yang mereka ajukan diantaranya. Menarik kembali buku Legenda Teluk Wang Sakti (LTWS) dalam dialek batin dari peredaran. Rotani Hendri dan ketua lembaga Adat harus di tangkap di adili dan di proses. Secara hukum dan meminta ma’af secara tertulis di media masa local dan Nasional. Pembayaran hutang secara adat, cabut gelar Datuk Malingkung alam yang telah diberikan pada H Rotani Yutaka. Ganti rugi meteri dan imteril Rp. 20 miliar.

Kajari harus mengusut tuntas asal dana penerbitan buku karena diduga ada indikasi penyalagunaan dana pada penerbitan buku ini.

Setelah ber orasi kurang lebih satu jam warga dengan beberapa orang sebagai utusan di terima kajari Bangko Syafrudi Djamin.SH. dari hasil pertemuan kajari berjanji akan menyikapi kasus ini akan mencari tahu asal dana penerbitan buku itu yang bisa kita lakukan’ ujar mantan TU Kajati Banten

Mantan Bupati dua periode H. Rotani belum dapat dihubungi namun Kakan Pariwisata Seni dan Budaya Merangin mengatakan buku belum sempat disebarluaskan ‘buku tersebut baru terbatas wacana itu di tolak masyarakat Kungkai saya haturkan ma’af kepada semua pihak’ ujar Maidalef. Soal dana penerbitan buku itu tak seberapa kata Hendri Maidalef diambil dari dana pelaksana Arung Jeram Merangin beberapa waktu yang lalu dana tidak seberapa paling banter Rp. 1 juta tegasnya disini perlu pembenaran membenarkan kebenaran memang nyaris Yutaka membawa petaka. Kata penjaja Tekwan makanan khas Palembang.

Alwi BBA

 

 

 

 

 

 

kembali ke cover